Secara umum pengukuran, penilaian, dan evaluasi saling berkaitan hal ini dapat di lihat dari pengertian ketiganya di bawah ini:
• Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan bersifat kuantitatif.
• Penilaian adalah kegiatan mengambil keputusan untuk menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik buruk dan bersifat kualitatif. Sedangkan
• Evaluasi adalah kegiatan yang meliputi pengukuran dan penilaian
Semntara dalam bidang pendidikan pengukuran, penilaian dan evolusi pembelajaran memiliki arti sebagai berikut :
Evaluasi
Arikunto (2003) mengungkapkan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program pendidikan. Tayibnapis (2000) dalam hal ini lebih meninjau pengertian evaluasi program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai sejauhmana tujuan pendidikan dapat dicapai.
Penilaian (assessment)
penerapan berbagai cara dan penggunaannya beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.
Pengukuran
proses pemberian angka atau usaha untuk memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan dimana siswa telah mencapai karakteristik ttt.
Measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka (Alwasilah et al.1996).
Perbedaan Evaluasi, Penilaian dan Pengukuran
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa :
• Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
• Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
• Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.
Tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran
Evaluasi pembelajaran memilki berbagai tujuan diantaranya adalah untuk :

1. Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar pada siswa. Berfungsi sebagai
a. Laporan kepada orang tua / wali siswa.
b. Penentuan kenaikan kelas
c. Penentuan kelulusan siswa.
2.Penempatan siswa ke dalam situasi belajar mengajar yang tepat dan serasi dengan tingkat kemampuan, minat dan berbagai karakteristik yang dimiliki.

3. Mengenal latar belakang siswa (psikologis, fisik dan lingkungan) yang berguna baik bagi penempatan maupun penentuan sebab-sebab kesulitan belajar para siswa, yakni berfungsi sebagai masukan bagi tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP).

4. Sebagai umpan balik bagi guru, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program remdial bagi siswa.
5. untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran

Menurut Depdiknas (2003:6) tujuan evaluasi pembelajaran adalah :
1. Melihat produktivitas & efektivitas kegiatan belajar mengajar.
2. Memperbaiki & menyempurnakan kegiatan guru.
3. Memperbaiki, menyempurnakan & mengembangkan program belajar mengajar
4. Mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar & mencarikan jalan keluar
5. Menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya.
Evaluasi mempunyai fungsi :
1. Kurikuler (alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran),
2. instruksional (alat ukur ketercapaian tujuan proses belajar mengajar),
3. diagnostik (mengetahui kelemahan siswa, penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar siswa).
4. placement (penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, serta kemampuannya)
5. administratif BP (pendataan berbagai permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhanya).
Prinsip dan ciri evaluasi pembelajaran

Prinsip Keseluruhan (comprehensive); artinya evaluasi dilakukan secara bulat, utuh atau menyeluruh, tidak terpisah-pisah atau sepotong-sepotong.

Prinsip Kesinambungan (contonuity); artinya evaluasi dilakukan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu.

Prinsip obyektivitas (objectivity); artinya evaluasi harus dilakukan dengan apa adanya, wajar, tidak dicampuri oleh kepentingan2, dan terlepas dari faktor-faktor yg sifatnya subyektif.
Sebagai komponen dalam pembelajaran, evaluasi mempunyai ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri tersebut antara lain:

1. dilakukan secara tidak langsung. Maksudnya, dalam evaluasi yang diukur kemudian dinilai bukanlah kepandaian atau kebodohan anak, akan tetapi tanda-tanda kepandaian atau kebodohannya.

2. penggunaan ukuran kuantitatif (menggunakan simbul bilangan sebagai hasil pertama pengukuran).

3. menggunakan unit-unit atau satuan-satuan yang tetap. Seperti sangat memuskan, memuaskan, kurang memuaskan, tidak memuaskan dan lain-lain.
4. bersifat relatif. Nilai seorang siswa tidak selalu tetap dari waktu ke waktu. Artinya, sangat mungkin seorang anak nilainya berubah-ubah.
5. dalam melakukan penilaian sering terjadi kesalahan-kesalahan
6. Pengukuran dilakukan secara tidak langsung, melainkan melalui fenomena atau gejala yang tampak.
7. Pengukuran menggunakan ukuran-ukuran yg berupa angka-angka.
8. Penilaian menggunakan unit-unit atau satuan-satuan tetap.
9. Dalam evaluasi sulit dihindari terjadinya kekeliruan (error) pengukuran.